- Bantuan pelayanan medik.
- Mobilisasi tenaga kesehatan untuk membantu pelayanan medis spesialistik yang tidak tersedia di lokasi bencana.
- Mobilisasi obat dan alat kesehatan.
- Mendirikan alat kesehatan yang statis dan mobile.
- Pengobatan gratis bagi semua pelayanan kesehatan.
- Mendirikan rumah sakit lapangan jika fasilitas RS di lokasi bencana terkena dampak bencana.
- Bantuan Pelayanan Gizi
- Promotif yaitu dengan cara menurunkan tim konselor, seperti memberikan dukungan kepada para ibu agar tetap care pada anaknya, dengan tetap memberikan ASI sebagai sebagai sumber gizi paling optimal bagi bayi dan BADUTA (Bawah Dua Tahun).
- Kuratif yaitu dengan memberikan bantuan pangan terhadap korban bencana umumnya populasi berisiko yaitu pada bayi dan Balita, dengan memberikan MP.ASI.
- Upaya Penyehatan Lingkungan
- Penyediaan, pengawasan dan perbaikan kualitas air.
- Tempat penampungan pengungsi
- Pembuangan kotoran
- Pembuangan sampah
- Pembuangan limbah
- Pengendalian Vektor
- Sanitasi makanan.
- Upaya Surveilans Epidemiologi
- Upaya Imunisasi
- Tetap melaksanakan program imunisasi di lokasi bencana.
- melaksanakan imunisasi terhadap penyakit yang berisiko terjadinya KLB. seperti Tetanus Toxoid dan Campak.
- Bantuan pelayanan Obat dan Alat Kesehatan.
- Memegang prinsip cepat, tepat dan sesuai kebutuhan.
Daftar Pustaka : Tinjauan Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat bencana PPK Kemenkes RI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar