Senin, 23 April 2012

AIDS SEBAGAI MASALAH KESEHATAN KONTEMPORER


AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Sindrome merupakan masalah kesehatan kontemporer,  selain karena penyakit ini belum dapat disembuhkan, antara lain juga disebabkan karena AIDS telah menjadi wabah penyakit dan menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia setelah ditemukan pada tanggal 5 Juni 1981. Orang dengan HIV/AIDS akan meninggal 5 tahun setelah didiagnosa AIDS. HIV/AIDS telah menjadi pandemi yang sangat meresahkan masyarakat. Biaya yang dikeluarkan secara global untuk AIDS sangat tinggi.
HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan masyarakat dan menjadi tantangan untuk masa depan, infeksi  baru makin tinggi bahkan untuk tahun 2011 saja disetimasikan infeksi baru sebesar 25 juta kasus. Peningkatan ini seiring dengan semakin tingginya pemakaian drug injection. Pada pengguna narkoba dan psikotropika.
Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan perimata. Penularan penyakit ini bukan hanya melalui seksual akan tetapi juga lewat masa perinatal dan kontaminan patogen melalui darah.  Gaya hidup masyarakat sekarang sangat mendukung terhadap penularan HIV yaitu dengan seks bebas dan gonta-ganti pasangan seks juga karena pemakaian Narkoba dan Psikotropika melalui jarum suntik. Tindik sebagai gaya hidup anak muda zaman sekarang juga merupakan faktor yang berisiko menularkan AIDS.
Penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah.  Pada tahun 2005 saja, sebanyak 3,3 juta orang dilaporkan meninggal dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. UNAIDS dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sehingga dikatakan bahwa AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan sepanjang sejarah. Di Afrika Sub-Sahara merupakan wilayah terburuk dengan perkiraan 27.4 juta jiwa hidup dengan HIV. 2-3 juta diantaranya adalah anak-anak dibawah usia 15 tahun.
HIV akan merusak sitem kekebalan tubuh, mempengaruhi hampir seluruh organ tubuh sehingga risiko untuk kena penyakit akan lebuh besar, infeksi bakteri, virus, fungi dan parasit lainnya akan sangat mudah.  Penderita AIDS juga akan berisiko menderita penyakit lain seperti kanker antara lain sarkoma Kaposi, Kanker leher rahim dan limfoma. Serta berbagai infeksi oportunistik lainnya.
Adanya AIDS ini menyebabkan terlambatnya pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Manusia dengan kemampuan berproduksi tidak dapat bekerja dan juga akan membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai.  Di daerah dengan infeksi berat telah meninggalkan banyak anak-anak yatim piatu yang dirawat oleh kakek dan neneknya. Semakin tinggi tingkat kematian akan menyebabkan mengecilnya populasi pekerja, dan banyaknya orang sakit akan meningkatkan cuti pekerja karena sakit atau karena menjenguk orang sakit. AIDS menyebabkan meninggalnya banyak orang dewasa muda produktif, peningkatan pengeluaran orang sakit, dan perawatan anak yatim piatu akibat orang tua yang meninggal.
Di China (sesuai dengan jurnal) diestimasikan 740.000 orang terinfeksi oleh HIV, semuanya adalah pengguna obat dengan menggunakan jarum suntik, Pekerja Seks Komersial, homoseksual, pendonor darah dan penerima donor darah.

REFERENSI
1.    Jurnal : effect of earlier initiation of antiretroviral treatment and increased treatment coverage on HIV-related mortality in China : a national observasional cohort study
2.    Reseach and Practice : Association of race, substance abuse and health insurance coverage with use of highly active antiretroviral therapy among HIV-Inected Women, 2005.
3.    Editor Choice : Tackling Violence and HIV/AIDS :  Global Health Imperatives
4.    CDC HIV/AIDS Fact Sheet : HIV/AIDS among asians and pasific islanders
5.    Health Policy : Towards an improved investment approach for an eff ective response to HIV/AIDS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar