AIDS atau Acquired Immuno Deficiency
Sindrome merupakan masalah kesehatan kontemporer, selain karena penyakit ini belum dapat disembuhkan,
antara lain juga disebabkan karena AIDS telah menjadi wabah penyakit dan
menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia setelah ditemukan pada tanggal 5
Juni 1981. Orang dengan HIV/AIDS akan meninggal 5 tahun setelah didiagnosa
AIDS. HIV/AIDS telah menjadi pandemi yang sangat meresahkan masyarakat. Biaya
yang dikeluarkan secara global untuk AIDS sangat tinggi.
HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan
masyarakat dan menjadi tantangan untuk masa depan, infeksi baru makin tinggi bahkan untuk tahun 2011
saja disetimasikan infeksi baru sebesar 25 juta kasus. Peningkatan ini seiring
dengan semakin tingginya pemakaian drug injection. Pada pengguna narkoba
dan psikotropika.
Banyak ahli berpendapat bahwa HIV
masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan perimata. Penularan penyakit
ini bukan hanya melalui seksual akan tetapi juga lewat masa perinatal dan
kontaminan patogen melalui darah. Gaya
hidup masyarakat sekarang sangat mendukung terhadap penularan HIV yaitu dengan
seks bebas dan gonta-ganti pasangan seks juga karena pemakaian Narkoba dan
Psikotropika melalui jarum suntik. Tindik sebagai gaya hidup anak muda zaman
sekarang juga merupakan faktor yang berisiko menularkan AIDS.
Penyakit ini merupakan salah satu
wabah paling mematikan dalam sejarah.
Pada tahun 2005 saja, sebanyak 3,3 juta orang dilaporkan meninggal dan
lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. UNAIDS dan WHO
memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sehingga
dikatakan bahwa AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan sepanjang
sejarah. Di Afrika Sub-Sahara merupakan wilayah terburuk dengan perkiraan 27.4
juta jiwa hidup dengan HIV. 2-3 juta diantaranya adalah anak-anak dibawah usia
15 tahun.
HIV akan merusak sitem kekebalan
tubuh, mempengaruhi hampir seluruh organ tubuh sehingga risiko untuk kena
penyakit akan lebuh besar, infeksi bakteri, virus, fungi dan parasit lainnya
akan sangat mudah. Penderita AIDS juga
akan berisiko menderita penyakit lain seperti kanker antara lain sarkoma
Kaposi, Kanker leher rahim dan limfoma. Serta berbagai infeksi oportunistik
lainnya.
Adanya AIDS ini menyebabkan
terlambatnya pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dan menghancurkan kekuatan sumber
daya manusia di sana. Manusia dengan kemampuan berproduksi tidak dapat bekerja
dan juga akan membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai. Di daerah dengan infeksi berat telah
meninggalkan banyak anak-anak yatim piatu yang dirawat oleh kakek dan neneknya.
Semakin tinggi tingkat kematian akan menyebabkan mengecilnya populasi pekerja,
dan banyaknya orang sakit akan meningkatkan cuti pekerja karena sakit atau
karena menjenguk orang sakit. AIDS menyebabkan meninggalnya banyak orang dewasa
muda produktif, peningkatan pengeluaran orang sakit, dan perawatan anak yatim piatu
akibat orang tua yang meninggal.
Di China (sesuai dengan jurnal)
diestimasikan 740.000 orang terinfeksi oleh HIV, semuanya adalah pengguna obat
dengan menggunakan jarum suntik, Pekerja Seks Komersial, homoseksual, pendonor
darah dan penerima donor darah.
REFERENSI
1.
Jurnal : effect of earlier initiation of antiretroviral treatment and
increased treatment coverage on HIV-related mortality in China : a national
observasional cohort study
2.
Reseach and Practice : Association of race, substance abuse and health
insurance coverage with use of highly active antiretroviral therapy among
HIV-Inected Women, 2005.
3.
Editor Choice : Tackling Violence and HIV/AIDS : Global Health Imperatives
4.
CDC HIV/AIDS Fact Sheet : HIV/AIDS among asians and pasific islanders
5.
Health Policy : Towards an improved investment
approach for an eff ective response to HIV/AIDS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar